
Assalâmu’alaikum, mohon penjelasan di rubrik Soal-Jawab. Banyak hadits shahih yang menyatakan bahwa Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wa sallam shalat di atas tanah tanpa penghalang bahkan bersandal dan ketika shalat di atas mimbarpun beliau turun ke tanah untuk bersujud dan naik ke mimbar untuk berdiri dan ruku’. Sekarang sangat jarang orang shalat di atas tanah langsung tetapi shalat dalam masjid yang berkeramik mewah bahkan permadani lembut. Apakah ini tidak bertentangan dengan ajaran Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wa sallam? Syukran.
Maman, Indramayu (081320771978)

Maaf ustadz, saya mau bertanya tentang sabda Nabi shallallâhu 'alaihi wa sallam, yang artinya, “Barangsiapa berperang agar kalimatullâh tinggi, maka itulah jihad fi sabîlillâh.” Apakah arti kalimatullâh pada hadits di atas? Apakah artinya al-Qur’ân atau syiar-syiar Allâh, atau kata-kata Allâh itu sendiri? Jazâkallâhu khairan.
0852464xxxxxx

Saya mau bertanya, bolehkah seseorang yang sedang shalat mengucapkan hamdalah ketika dia bersin? Jazâkumullâhu khairan.
Ummu Sarah (024701xxxxx)

اْلأَصْلُ فِي شُـرُوْطِ الْعِبَـادَاتِ الْمَنْـعُ وَالْحَظْـرُ إِلاَّ بِدَلِيْلٍ
Hukum asal syarat sah suatu ibadah tidaklah ada kecuali jika ada dalilnya
MUQADDIMAH
Sesungguhnya kita diperintahkan untuk beribadah kepada Allâh Ta'âla dengan mengerjakan ibadah-ibadah wajib maupun sunnah. Allâh Ta'âla telah mengutus para Rasul-Nya dan menurunkan kitab-kitab-Nya untuk menunjukkan ibadah-ibadah yang disyariatkan. Berkaitan dengan rincian ibadah, Allâh Ta'âla tidak memberikan kesempatan bagi akal manusia untuk menentukan dan menetapkannya. Karena akal tidak bisa berdiri sendiri untuk mengetahui mana ibadah yang diperbolehkan dan mana yang tidak.

A. PENGERTIAN SUFI
Menurut pengakuan dari banyak peneliti baik dari kalangan Sufi maupun non Sufi, sepakat berpendapat bahwa kata Sufi belum ada kata sepakat tentang asal kata dari kalimat tersebut. Bahkan sebahagian tokoh-tokoh Sufi ada yang berpendapat bahwa definisi tasawuf hampir mendekati 2000 pendapat[1]. Penyebab utama dari banyaknya perbedaan tentang hakikat Sufi kembali kepada sekte dan fase-fase yang terdapat dalam pemikiran Sufi itu sendiri.

Alhamdulillâh, segala puji bagi Allâh Ta'âla yang memberikan hidayah, petunjuk kepada kita. Hidayah inilah yang akan mendatangkan kebahagiaan abadi di akhirat. Kita harus menyadari, bahwa hidayah Islam ini begitu berharga, sehingga dapat mendorong kita untuk berhati-hati dan senantiasa menjaga hidayah ini agar tidak lepas dari diri kita. Terlebih pada zaman ini yang penuh dengan fitnah syubhat dan syahwat.

Membaca satu huruf al-Qur`ân berpahala sepuluh kebaikan, baik si pembaca paham atau tidak. Apakah hal ini juga berlaku bagi orang yang membacanya dengan metode yang menyelisihi syariat, contohnya seperti mengkhatamkan al-Qur’ân dalam satu hari?